Cara
pemasangan keramik lantai dan dinding
a. Pemasangan keramik lantai dan dinding
sebaiknya pada tahap akhir, untuk
menghindari kerusakan akibat
pekerjaan yang belum selesai.
b. Permukaan lantai/dinding yang akan
dipasang keramik harus bersih, cukup
kering dan rata air.
c. Tentukan tulangan dengan mempertimbangkan
tata letak ruangan / tangga / dinding
yang ada. Pemasangan keramik lantai
atau dinding dimulai dari tulangan
ini.
d. Sebelum dipasang, keramik lantai
atau dinding agar direndam dalam air
terlebih dahulu.
e. Setiap jalur pemasangan sebaiknya
ditarik benang dan rata air.
f. Adukan semen untuk
pemasangan keramik harus
penuh, baik permukaan
dasar maupun dibadan belakang
keramik lantai atau dinding
yang terpasang. Perbandingan
adukan dan ketebalan rata-rata
yang dianjurkan adalah:
- Untuk lantai,
Semen : Pasir = 1:6, dengan ketebalan
rata-rata : 2 - 4 cm
- Untuk dinding,
Semen : Pasir = 1:4, dengan ketebalan
rata-rata : 2,0 cm
g. Lebar nat yang dianjurkan,
untuk lantai = 4 - 5 mm dan dinding
= 2 mm, dengan campuran pengisi
nat (Grout) semen atau
bahan khusus yang ada
dipasaran. Bagi area yang
luas dianjurkan untuk diberi
expansion joint.
h. Khusus untuk dinding luar, harap
diberi tali air per jarak tertentu
dengan mem pertimbangkan desainnya,
agar tidak menerima beban terlalu
berat.
i. Bersihkan segera bekas adukan/grout
dari permukaan keramik, dapat digunakan
bahan pembersih yang ada dipasar dengan
kadar asam tidak lebih dari 5%, setelah
itu segera bersihkan dengan air bersih.
j. Karena sifat alamiah dari produk
keramik, yang disebabkan proses pembakaran
pada temperatur tinggi, dapat terjadi
perbedaan warna dan ukuran,
untuk ini periksa dan
pastikan keramik lantai atau dinding
yang akan dipasang mempunyai seri
dan golongan ukuran yang sama.
TipsINDEX |