 |
 |
 |
  
      |
| |
Lebih
Hemat dengan Bohlam Hemat Energi
Salah satu cara untuk menghemat biaya
tagihan listrik adalah menggunakan
lampu yang tepat. Lampu seperti apa
yang hemat energi?
Yang menentukan besarnya tagihan listrik
adalah jumlah dan lama pemakaian alat
listrik di rumah. Begitu juga dengan
lampu. Dibandingkan dengan alat elektronik
lain, konsumsi energi lampu termasuk
kecil. Namun juga jumlahnya banyak
dan digunakan dalam waktu lama, lampu
juga dapat menjadi penyebab naiknya
tagihan listrik. Salah satu cara untuk
menyiasati naiknya tagihan listrik
adalah dengan mengganti lampu biasa
dengan lampu hemat energi.
Sebenarnya yang disebut lampu hemat
energi adalah lampu biasa, tapi ia
dapat menghemat pemakaian energi listrik
sampai beberapa persen energi lebih
sedikit. Di dalam lampu hemat energi,
terdapat suatu alat yang membuat energi
yang diambil untuk menghidupkan lampu
tersebut lebih sedikit disebut ballast.
Alat ini berukuran sangat kecil dan
dimasukan kedalam badan lampu. Energi
listrik yang diambil oleh lampu, disaring
oleh ballast sehingga tidak langsung
menuju kawat pijar lampu. Saat melewati
ballast ini, dengan teknologi tertentu,
maka dengan sedikit energi saja pancaran
cahaya yang dihasilkan oleh lampu
tersebut sama terangnya dengan cahaya
lampu biasa yang memakan lebih banyak
energi.
Di pasaran, ada juga beberapa jenis
lampu hemat enegi yang tidak diberi
ballast. Lampu jenis ini harus disambungkan
dengan ballast eksternal, yang dipasang
terpisah dari lampu. Sebuah ballast
eksternal dapat menampung lebih dari
satu lampu hemat energi. Biasanya
lampu dengan ballast eksternal ini
dipasang pada tempat yang memerlukan
instalasi lampu tersendiri, seperti
rumah sakit, apartemen, dan hotel.
Macam dan warna Lampu hemat energi
ini tersedia dalam bermacam bentuk.
Tetapi pada dasarnya lampu hemat energi
dibagi menjadi dua jenis, yaitu FTL
(Fluorescent Tube Lamp) atau lebih
dikenal dengan nama lampu TL, dan
CFL (Compact Fluorescent Lamp) yang
dikenal dengan lampu pijar. Lampu
TL bentuknya seperti tabung, dan dipasang
dengan cara ditusukkan ke rumah lampunya.
Biasanya lampu jenis ini ballastnya
terpisah. Sedangkan lampu CFL, cara
pemasangannya dengan ulir. Lampu jenis
CFL ini ballastnya terdapat di dalam.
Jenis lampu ini ada beberapa macam
warna, daru yang paling mendekati
warna sinar matahari (daylight) sampai
yang kuning, yang biasa digunakan
untuk menciptakan suasana romantis.
Plus dan Minus Lampu hemat energi
ini juga punya kekurangan dan kelebihan.
Kekurangan yang paling jelas adalah
harganya yang mahal saat pertama kali
pembelian. Harga lampu ini di pasaran
berkisar anatara belasan sampai ratusan
ribu rupiah, tergantung pada jenis
dan daya tahan lampu. Kelebihan dari
lampu hemat energi adalah kemampuannya
menghemat lebih banyak energi daripada
lampu biasa, tapi terang yang dihasilkan
sama bahkan lebih dari lampu pijar
biasa. Selain itu, daya tahan lampu
ini lebih baik daripada lampu pijar
biasa, sehingga lampu tidak perlu
sering diganti.
Sumber : Tim Tabloid Rumah
TipsINDEX
|
|
|
|
|
|
|
 |
 |
 |
 |
| |
|
 |
 |