Kegagalan
pengecatan (Bagian II)
5. Water Spot (Bercak-bercak
seperti basah)
Sebab-sebabnya:
Penyebabnya hampir
sama dengan Blistering
(menggelembung), tetapi
lapisan catnya tetap melekat
dengan baik, sehingga
air atau solvent yang
berada dibawah lapisan
catnya memberi kesan basah
pada permukaan cat. Hal
lain dapat disebabkan
dengan digunakannya dempul
yang mengandung bahan
pelunak (plasticiser)
dimana lapisannya tidak
ditunggu kering sempurna,
sehingga bahan pelunak
yang tertinggal akan migrasi
(naik keatas) dan tertahan
dibawah lapisan cat menyebabkan
lapisan cat seakan-akan
basah. Pencegahan:
1. Sama seperti Blistering.
2. Tidak dianjurkan menggunakan
dempul untuk meratakan
permukaan tembok.
Perbaikan:
Amplas permukaan
lapisan cat agar lebih
porous, sehingga air,
solvent atau bahan pelunak
dapat dengan mudah menguap
keluar. Bila jamur telah
tumbuh pada bagian-bagian
yang basah tersebut, cuci
dengan larutan kaporit,
kemudian di lap dengan
kain basah untuk menghilangkan
sisa-sisa kaporit. Biarkan
mengering sempurna sebelum
dilakukan pengecatan ulang.
Bila diperlukan beri 1
lapis Wall Sealer yang
sesuai sebelum diberi
lapisan cat akhir.
6. Bittiness (Berbintik)
Sebab-sebabnya:
1. Debu atau
kotoran dari udara, kuas
atau rol yang kurang bersih
atau alat penyemprot yang
melekat pada permukaan
cat.
2. Tehnik pengecatan dengan
alat penyemprot tidak
benar, sehingga debu cat
yang kering menempel pada
lapisan cat yang masih
basah.
3. Waktu mengaduk cat
di dalam kaleng, lapisan
kering pada permukaan
tercampur.
Pencegahan:
1. Bersihkan
alat-alat pengecatan dengan
baik sebelum dan sesudah
dipakai.
2. Aduk cat hati-hati
dan perlu disaring terlebih
dahulu setelah dilakukan
pengenceran.
Perbaikan:
Lapisan cat harus
dikerok sampai bersih.
Kemudian ulangi pengecatan
dari awal.
7. Saponification (Penyabunan)
Sebab-sebabnya:
Serangan alkali
pada lapisan cat yang
bahan perekatnya mengandung
minyak seperti alkyd gloss
enamel. Alkali dan minyak
akan bereaksi secara kimiawi
yang disebut penyabunan
dimana memberikan hasil
akhir seperti sabun dan
menyebabkan lapisan cat
menjadi lunak dan terbentuk
gumpalan yang lengket.
Pencegahan:
Permukaan yang
akan dicat harus bebas
alkali. Tidak dianjurkan
tembok dari plesteran
semen atau beton yang
baru dicat dengan cat
dasar alkyd, tetapi sebaiknya
dengan cat acrylic dasar
air atau jenis lain yang
tidak mengandung minyak.
Perbaikan:
Keroklah seluruh
lapisan cat dan kemudian
permukaan harus dibersihkan
sesempurna mungkin. Gunakan
jenis cat lain seperti
cat acrylic dasar air.
8. Sagging (Lapisan cat
menurun pada beberapa
tempat)
Sebab-sebabnya:
Umumnya disebabkan
pengecatan yang tidak
merata.
Pencegahan:
Lakukan pengecatan
dengan ketebalan yang
merata dan selang waktu
antara setiap lapis cukup
lama. Sebaiknya
pengecatan tidak dilakukan
secara langsung tebal,
usahakan setiap lapis
tipis-tipis saja.
Perbaikan:
Biarkan lapisan
cat mengering sempurna.
Ratakan bagian-bagian
yang menurun dengan kertas
amplas, kemudian lakukan
pengecatan ulang.
9. Brushmarks (Garis-garis
bekas kuas)
Sebab-sebabnya:
1. Cat tidak
mengalir rata setelah
dilapiskan, karena tehnik
pengecatan yang tidak
benar seperti pelapisan
cat yang tidak teliti,
pengenceran yang kurang
dan kuas dijalankan terus
pada saat lapisan cat
mulai kering.
2. Menggunakan kuas yang
kotor atau bulu-bulunya
telah menggumpal.
Pencegahan:
1. Lapisan pengenceran
yang benar dan gunakan
pengencer yang sesuai.
2. Lapiskan cat dengan
cepat tapi merata. Jangan
melapis ulang pada lapisan
cat yang mulai mengering.
3. Pakai kuas bermutu
baik dan bersih.
Perbaikan:
Setelah cat kering
sempurna, gosoklah dengan
kertas amplas dan kemudian
ulangi pengecatan.